Snack's 1967

Home

About

Contact
Online: 1 | Di Lihat: 7 | Total: 174411
Posting Terbaru
Kategori

Lihat Semua : Politik

Publik Puas Kinerja Jokowi-JK Bidang Kesehatan Dan Pendidikan


Ilustrasi BPJS Kesehatan. [www.tribunnews.com]

Founding Fathers House (FFH) merilis hasil survei kinerja pemerintahan Jokowi-JK sepanjang kuartal pertama pemerintahanannya.

Sedikitnya ada dua bidang kinerja yang sangat memuaskan dan cukup memuaskan publik. Dua bidang tersebut adalah kesehatan dan pendidikan.

Tingkat kepuasan publik terhadap dua kinerja tersebut di atas 50 persen. Sedangkan bidang lainnya di bawah 50 hingga 30 persen.

“Kinerja di bidang pendidikan dan kesehatan yang paling memuaskan masyarakat di satu tahun pemerintahan pemerintahan Jokowi-JK,” kata Peneliti Senior Founding Fathers House (FFH) Dian Permata, Selasa (27/10).

Alumnus University Sains Malaysia (USM) itu menjelaskan, tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah terhadap dua bidang tersebut dilatarbelakangi pemilihan program yang terbilang tepat.

Seperti pada bidang pendidikan ada program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan turunan program lainnya seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), atau pemberiaan beasiswa. Sedangkan di program kesehatan seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Menurut Dian, publik atau rakyat dapat secara langsung merasakan manfaat program-program tersebut. Sama halnya, ketika program Bantuan Langsung Tunai (BLT) diluncurkan pada pemerintahan yang lalu. Dimana pada masa pemerintahan lalu berkuasa, program BLT juga disenangi publik.

Sebanyak 51.8 persen puas responden mengaku puas dalam bidang pendidikan, 4.8 persen responden menyatakan sangat puas. Sedangkan sebanyak 20.5 persen mengaku tidak puas, 0.8 persen sangat tidak puas, dan 22.3 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Di bidang kesehatan, 6.5 persen responden menyatakan sangat puas, 46.5 persen puas, 23 persen tidak puas, 3 persen sangat tidak puas, dan 21 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Beda halnya, dengan program yang dikeluarkan pemerintahan Jokowi-JK untuk bidang pertanian dan infrastruktur. Dalam pembangunan waduk, misalnya. Program tersebut sejatinya sangat menunjang profesi petani. Namun, karena proses pembangunan yang memakan waktu lama maka daya manfaat yang diterima juga tidak langsung.

“Program pembangunan waduk pasti bermanfaat bagi petani. Tapi tidak bisa langsung dirasakan manfaatkan. Harus menunggu beberapa tahun kemudian jika pembangunan waduk itu selesai,” ucap Dian.

Ada program di bidang pertanian yang cukup memiliki daya manfaat besar bagi petani. Yakni pengadaan pupuk murah atau gratis dan pemberiaan atau pengadaan alat produksi tani murah atau gratis seperti traktor.

Sayangnya, program seperti ini tidak dilaksanakan maksimal oleh pemerintah. Di sejumlah titik masih ditemukan pupuk menghilang dari peradaran dan harganya tidak terjangkau.

Dikatakan, kebijakan impor yang dipilih pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pasokan dalam negeri makin menyudutkan petani. Apalagi, tidak adanya exit strategy yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi musim kemarau berkepanjangan yang membuat petani mengalami gagal panen atau puso disejumlah daerah.

Maka tidak heran, kinerja pemerintah di bidang pertanian mengkhawatirkan. Sebanyak 1.5 persen responden menyatakan sangat puas, 32.3 persen puas, 34.8 persen tidak puas, 3.8 persen sangat tidak puas, dan 27.8 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Di bidang hukum, 2 persen menyatakan sangat puas, 32 persen puas, 35 persen tidak puas, 3 persen sangat tidak puas, dan 28 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Di bidang politik, 2 persen responden menyatakan sangat puas, 26.8 persen puas, 33.8 persen tidak puas, 3.3 persen sangat tidak puas, dan 34.3 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Di bidang ekonomi, 2.5 persen responden menyatakan sangat puas, 27.8 persen puas, 43.5 persen tidak puas, 9 persen sangat tidak puas, dan 17.3 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Di bidang keamanan, 3.5 persen responden menyatakan sangat puas, 44.8 persen puas, 22.8 persen tidak puas, 2 persen sangat tidak puas, dan 27 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Di bidang infrastruktur, 7.3 persen responden menyatakan sangat puas, 42.5 persen puas, 21.3 persen tidak puas, 0.8 persen sangat tidak puas, 28.3 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Di bidang luar negeri, 1.8 persen responden menyatakan sangat puas, 26.5 persen puas, 18.5 persen tidak puas, 0.8 persen sangat tidak puas, dan 52.5 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Di bidang olah raga dan kepemudaan, 1.3 persen responden menyatakan puas, 31.5 persen puas, 22 persen tidak puas, 2.8 persen sangat tidak puas, dan 42.5 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Di bidang pelayanan publik, 2.8 persen responden menyatakan sangat puas, 40.5 persen puas, 19.5 persen tidak puas, 1.5 persen sangat tidak puas, dan 35.8 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei dilaksanakan 10 September hingga 21 Oktober 2015 di 34 provinsi. Jumlah responden 1.090 orang yang sudah memiliki hak pilih pada Pilpres 2014. Adapun tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Margin of error ± 2,97 persen. [Y-7/L-8]

Home
Belum Ada Komentar

UNDER MAINTENANCE
Pilihan Kategori
Seputar Islam
»
Berita Riau
»
Teknologi
»
Politik
»
Olah Raga
»
Kisah Inspiratif
»
Peristiwa
»
Tips Dan Trik
»
Tutorial
»
Tahukah Anda?
»
Motivasi
»
Cerpen
»
Puisi
»
Cerita Haru
»
Humor
»
Posting Lawas

Contact Admin

Ke Atas| Admin
©2015 BodXids

Media Informasi Dan Berita | Trans Community
powered by. Cmiiw